Labels

Tampilkan postingan dengan label Sinopsis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinopsis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Januari 2015

SINOPSIS NOVEL SEJINGGA UNGU



Nama Pengarang      : Nikensari S.
Oleh                : Qismatun Nihayah


Fara Silviana Adriyan adalah anak angkat dari pengusaha sukses, yakni Fery Adriyan. Ia sangat beruntung diangkat oleh keluarga yang lengkap dan sangat menyayanginya. Ia mempunyai seorang adik yakni anak kandung dari orang tua angkatnya yakni Sarah. Mereka berdua  sangat berbeda. Fara mempunyai kulit dan rambut seperti orana Eropa, yakni kulit putih dan rambut sedikit pirang. Sedangkan Sarah  lebih berdominan seperti orang Asia. Dalam hal bakat mereka juga berbeda, Sarah pandai dalam hal eksak dan olahraga, sedangkan dalam hal itu Fara sangat kacau. Ia tidak suka olahraga, juga tidak pandai dalam eksak ia lebih pandai dalam hal seni, seperti bernyanyi, bermain piano, mengarang puisi serta melukis.
Fara, wanita pecinta warna ungu ini mempunyai kekasih bernama Irza Syahreza. Ia juga mempunyai seorang sahabat yang selalu bersamanya, yakni Cika. Fara memiliki sebuah galeri lukisan yang ia kelola bersama Irza dan Cika yang akhir-akhir ini sepi, jadi mereka berencana akan membangun sebuah butik. Karena Fara memang ahli dalam mendesain baju,mereka pikir jika mereka pikir cocok jika mereka mengelola sebuah butik. Akhirnya mereka membangun sebuah butik bernama “CHIRFA BOUTIQUE”  singkatan dari nama mereka “Chika, Irza, dan Fara”.
Semakin hari, Fara dan Irza semakin mengerti dan memahami apa arti kebersamaan yang mereka jalani. Mereka semakin yakin untuk membina hubungan yang lebih serius yakni pernikahan adalah tujuan mereka. Bahkan Irza telah melamarnya meski belum melamar secara langsung kepada orang tua Fara. Sementara Fara sudah menemukan seorang yang cocok menjadi pendamping hidupnya, Sarah masih menunggu dan mencintai

 seorang pria teman Sekolah Menengah Atas (SMA) nya dahulu. Karena sampai sekarang ia menyesal karena belum sempat mengungkapkan perasaanya kepada Reza, tapi mereka telah terpisah karena Reza telah pindah.
Saat ini Sarah sedang menyelesaikan studinya di Australia. Meski terpisah dengan Fara, ia masih sering mengirim email kepada Fara hanya sekadar mengungkapkan isi hatinya tentang Reza, padahal kenangan tentang Reza sudah sangat lama berlalu. Fara prihatin kepada adiknya yang sampai sekarang masih dirundung kesedihan karena penantiannya terhadap Reza. Yang membuat Fara risau adalah kesehatan adiknya yang saat ini menderita penyakit jantung. Ia tahu kesedihan adiknya menannti Reza dapat memperburuk keadaan adiknya. Fara terus mencari tahu tentang Reza. Ia berharap dapat mempersatukan mereka. Karena ia yakin dengan itu adiknya bisa kembali ceria dan tentunya akan membantu mempercepat kesembuhan adiknya.
Setelah Fara menemukan bukti tentang Reza, ia tercengang. Ia kaget. Ternyata Reza yang selama ini ia cari adalah Irza Syahreza, kekasihnya. Ia bahagia telah menemukan orang yang dapat membuat senyum ceria adiknya kembali. Namun ia tambah risau, itu berarti ia harus melepas kekasihnya untuk adiknya sendiri. Akhirnya pada suatu malam ia mengajak Irza bertemu.
“Aku ingin membatalkan pernikahan kita,” ujarnya dengan suara berat.
“Fara, kau bercanda kan?”
“Sarah itu adikku, dan aku baru mengetahui semua itu kemarin.” katanya berusaha tegar.
“Ini mustahil. Percayalah Far, dulu kami taka ada hubungan apa-apa, kami sebatas teman.”
“Tapi ia mencintaimu sejak pertama kali bertemu denganmu di SMA, dan ia tetap menunggumu meski sudah berada empat tahun di Australia. Sarah membutuhkanmu, kembalilah kepadanya,” pintanya sungguh-sungguh
“Aku tidak bisa Far,” tolaknya
“Irza, dengarkan aku, Sarah adalah adikku. Ia sekarang akit jantung dan sangat mengharapkan kau ada di sisinya. Jadi, sekarang apakah kau masih akan tetap egois dengan meninggalkannya di saat ia sakit seperti ini? Bahagiakan Sarah. Kumohon” pintanya sekali lagi.
Dalam kebisuan Irza mengangguk pelan.
Akhirnya mereka disatukan oleh Fara, meski Fara sakit melihatnya. Setelah kejadian itu Fara memutuskan untuk mencari ketenangan, karena ia belum siap melihat adiknya bersama mantan kekasihnya. Ia memutuskan untuk kembali ke panti dimana ia dibesarkan, yakni di Bandung. Ia mengajak Rifki, teman semasa ia kecil di panti. Rifki juga bernasib sama seperti Fara. Ia diangkat oleh kelarga yang kaya dan sukses. Sekarang ia telah menkjadi dokter. Semasa di Bandung, Fara mendapat pencerahan yang tidak ia dapatkan selama di Jakarta. Ia lebih  banyak belajar agama di sana. Ia belajar banyak dari Rifki. Hari-harinya ia lalui bersama Rifki dan anak-anak panti. Meski penuh dengan kesedehanaan namun merasa jauh mendapat ketenangan dibanding dahulu saat ia di Jakarta. Lambat laun tanpa ia sadari, ia telah mencintai Rifki.
Saat ulang ke-22 nya, ia diminta ibunya untuk merayakan ulan tahun di Jakarta. Jauh dari bayangannya. Malam itu ia tidak merasa bahagia. Ia kesal, karena sahabatnya, Cika memberitahunya bahwa ia baru saja berpacaran bersama Rifki. Ia kesal. Ia kira selama ini perhatian Rifki terhadapnya adalah bukti rasa cinta terhadapnya.
Paginya Rifki dan Cika datang ke rumah Fara. Namun karena Fara masih kesal terhadap mereka, ia sengaja tidak mau menemui mereka berdua. Padahal ada suatu hal penting yang ingin diungkapkan oleh Rifki. Malamnya ia mendapat telpon dari Cika bahwa Rifki kecelakan. Fara gugup, ia sedih. Sesampainya di rumah sakit, Cika menceritakan hal yang sebenarnya terjadi. Sebenarnya, hubungan ia dengan Rifki adalah palsu. Rifki hanya ingin mengetahui perasaan Fara yang sebenarnya dengan berpura-pura berpacaran dengan Cika. Maksud kedatangan Rifki dan Cika kerumah Fara adalah ingin menyatakan perasaan Rifki yang sebenarnya terhadap Fara, namun Fara menolak menemuinya. Fara menyesal setelah mendengar pernyataan itu.
Fara menunggu dengan setia kesembuhan Rifki. Ia merawat Rifki dengan sabar semasa koma. Empat bulan kemudian Rifki tersadar. Akhirnya Fara merasa pengorbanannya selama ini tidak sia-sia. Setelah Rifki sembuh total, mereka langsung merencanakan untuk menikah. Setelah persiapan yang matang, akhirnya mereka melaksanakan pernikahan megah dengan bertemakan warna ungu. Fara dan Rifki terlihat sangat bahagia.

Jumat, 09 Januari 2015

Sinopsis "Suami Pilihan Suamiku"



Nama Pengarang        :  Mira W.
Tahun Terbit                : 2009
Oleh                             : QismatunNihayah
 
Kezia namanya, ia tumbuh menjadi wanita yang gemuk.  Ibunya keras. Ia mengatur keluarganya dengan keras. Ibunya memiliki aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar oleh anggota keluarga. Kezia anak tunggal. Ibunya mengekangnya bermain dengan bebas. Ia selalu dijaga ketat untuk selalu di rumah, dan tidak boleh telat makan. Ibunya tidak ingin mempunyai anak yang kurang gizi. Oleh karena itu Kezia dijejali makanan bergizi setiap hari tanpa boleh bermain dengan dunia luar. Kezia tumbuh menjadi wanita gemuk dan kuper (kurang pergaulan). Semasa SMA ia menjadi bahan ejekan teman-temannya. Ia culun, juga gemuk. Ia membenci ibunya. Ibunya yang sok perfectionis menjadikan Kezia dan ayahnya terkekang. Suatu ketika ayahnya ketahuan selingkuh. Ibunya marah dan tidak akan memaafkan ayahnya. Akhirnya mereka bercerai. Atas perceraian tersebut Kezia sama sekali tidak membenci ayahnya. Ia merasa ibunya yang salah tidak pernah memberikan kebebasan kepada ayahnya.
Suatu hari saat Kezia masih kecil, Kezia pernah menyelinap di mobil ayahnya saat ayahnya berkunjung untuk menemui Kezia namun diusir oleh ibunya. Ia bosan dengan lingkungan rumah yang selalu dikekang oleh ibunnya. Ayahnya kaget saat ia sampai di rumah dan Kezia mengikutinya masuk rumah dari belakang. Ayahnya langsung mengantarnya untuk pulang, karena jika ketahuan ibunya pasti Kezia dimarahi. Tapi Kezia menolaknya. Ia ingin tinggal bersama ayahnya. Ayahnya pun mengizinkan Kezia untuk menginap sehari di rumahnya. Ibu tiri Kezia begitu lembut. Kezia memaklumi jika ayahnya hidup tentram bersama ibu tirinya. Tidak seperti di rumah dulu. Sehari itu ia bermain bersama anak tiri bapaknya. Ia senang menemukan teman bermain. 
Saat Kezia lulus SMA, ia memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Ia rasa sudah cukup ia dikekang ibunya selama ini. Selama di luar negeri Kezia tumbuh menjadi perempuan yang mandiri. Ia juga berubah menjadi wanita cantik dan bebadan seksi tidak gemuk seperti saat ia masih dirawat ibunya. Ia mencintai seorang pria yang ia kenal di luar negeri dan sesama orang Indonesia, namanya Darius. Sekembalinya ia di Indonesia ia menikah dengan Darius. Namun kebahagiaanya tidak berlangsung lama. Darius menderita penyakit jantung dan akhirnya meninggal saat usia pernikahan mereka masih terbilang sangat muda. Di akhir hidup Darius, Darius berpesan kepada Kezia.
“Ada seorang laki-laki yang akan datang menggantikanku, Sayang,”  bisik Darius lembut. “Aku berjanji akan mengirimkannya untukmu. Seorang laki-laki yang sempurna. Yang disediakan Tuhan untukmu."
Almarhum suaminya berjanji akan mengirimkan seorang suami pilihan untuk menggantikannya. Setelah itu ia hidup sendiri lagi. Saat pemakaman ayahnya ia bertemu dengan anak tiri ayahnya yang dahulu pernah bermain dengannya saat ia kabur dari rumah ibunya ke rumah ayahnya. Mereka bertemu lagi dan akrab lagi. Tidak disangka keakraban itu membuat mereka saling mencintai. Namun saudara tirinya tersebut telah mempunyai istri. Meski akan cerai.
Suatu malam mereka terjebak oleh suasana indah di Santorini di Yunani saat mereka berlibur. Mereka tidak bisa menyembunyikan rasa cinta yang mereka rasakan, hingga akhirnya mereka bercinta. Namun ternyata ia hanya dianggap adik oleh saudara tirinya. Tidak lebih. Ia kecewa. Ia marah dan memutuskan untuk tidak menemuinya lagi.
Kezia hamil. Ia tahu itu anaknya dengan saudara tirinya. Ia membesarkan sendiri anak tersebut. Sampai sutau ketika anaknya hilang. Ia panik. Namun akhirnya anaknya ditemukan. Ternyata anaknya diculik oleh perempuan mantan istri saudara tirinya karena kecemburuannya terhadap Kezia dahulu. Lalu Kezia bertemu kembali dengan saudara tirinya. Ia mengaku bahwa anak yang ia besarkan adalah buah cintanya bersama saudara tirinya. Namun ia takut mengaku kepada ibunya. Ia tahu hubungannya dengan saudara tirinya terlarang, namun ia telah memiliki seorang bayi buah cinta mereka.
Akhirnya ia mengaku kepada ibunya meski ibunya awalnya melarang namun akhirnya ibunya mengerti. Menjalin hubungan dengan saudara tiri sendiri adalah hubungan terlarang dan berdosa. Namun mereka tidak ingin melakukan dosa yang kedua dengan menelantarkan anaknya tanpa seorang ayah. Akhirnya mereka menikah.

Kamis, 08 Januari 2015

Bukan Pengantin Terpilih



Nama Pengarang : Agnes Jessica
Oleh                      : Qismatun Nihayah

            Anggun dan Sinta adalah kakak adik. Anggun, sang kakak mempunyai kepribadian yang lebih baik dibanding adiknya. Anggun adalah perempuan penurut. Suatu ketika Alfian, seseorang pemilik peternakan yang berniat mencari istri melamar pada ayah mereka, diputuskan Sintalah yang akan menjadi isteri pria itu. Menjelang hari pernikahan Sinta meninggalkan rumah. Terpaksa Anggun yang menggantikannya. Alfian marah, merasa dipermainkan, diberi istri yang bukan pilihannya. Anggun pun serba salah, di satu pihak ia tak ingin keluarganya malu, di lain pihak ia merasa terhina karena Alfian tidak menghargainya.

            Setelah beberapa hari mereka menikah, Anggun dibawa kerumah Alfian. Alfian memang seorang peternak yang sukses. Ia telah memiliki rumah sendiri dengan halaman yang luas. Ia juga mengelola peternakannya sendiri. Ia pria yang mandiri. Hidup Anggun memang sudah terjamin di rumah Alfian. Namun ia tidak bahagia, ia tersiksa karena Alfian tidak memperlakukannya sebagai seorang istri. Mereka berdua memang tinggal serumah namun tidak saling bicara layaknya suami istri. Mereka seperti dua orang asing yang tinggal serumah.

Suatu ketika teman Alfian seorang lelaki mencari Alfian ke rumah Alfian. Namun Alfian sedang tidak ada di rumah. Lalu Anggun mengajaknya makan bersama di ruang makan. Namun saat mereka makan, Alfian pulang dan mengira bahwa Anggun telah berselingkuh dengan temannya. Anggun mengelak, namun Alfian malah semakin marah. Lalu mendorong tubuh Anggun keatas meja dapur. Alfian memperkosanya. Setelah kejadian itu Anggun menangis. Ia merasa tidak dihargai sebagai istri. Bahkan tidak diperlakukan dengan tidak sopan. Anggun juga sempat kecewa ketika ia mendapat kenyataan bahwa alasan Alfian mencari istri adalah untuk membalas dendam pada kekasihnya yang berkhianat.

Namun Anggun tidak tahu bahwa Alfian sebenarnya telah mencintainya. Kecemburuannya kala itu menjadi bukti bahwa Alfian telah mencintainya. Alfian munafik. Ia masih bersikap tak acuh terhadap istrinya. Padahal sebenarnya ia peduli. Ia juga khawatir terhadap Anggun. Saat Anggun sakit, ia tak mengatakan apa-apa kepada Alfian. Namun Alfian mengkhawatirkannya.

Saat Anggun dan Alfian mulai sayang satu sama lain, Sinta muncul dalam rumah tangga mereka. Ia dihamili pacarnya, dan pacarnya meninggalkannya entah kemana. Sinta meninggalkan rumah karena takut dimarahi orang tuanya. Ia menginap di rumah Anggun untuk beberapa hari. Ia meminta Anggun untuk menggantikan posisinya. Ia ingin menikah dengan Alfian. Anggun sedih. Namun ia berfikir mungkin saja Alfian akan bahagia bersama adiknya, karena memang dahulu adiknya yang dipilih Alfian untuk dijadikan istri. Lagi pula ia merasa Alfian memang tidak mencintainya. Lalu Anggun pergi meninggalkan rumah Alfian dan pulang ke rumah orangtuanya. Ia meminta cerai kepada Alfian. Ia dirundung kesedihan saat di rumah. Namun tidak disangka, Alfian menjemputnya. Ia menolak, ia menyuruh Alfian untuk menikahi adiknya saja. Alfian mengatakan bahwa ia sebenarnya mencintai Anggun. Ia ingin hidup bersama kembali. Ia juga membawa surat dari dokter, bahwa ternyata Anggun telah dinyatakan hamil. Ia juga berjanji untuk tidak akan menyakiti Anggun lagi. Anggun bahagia. Ia menerima Alfian kembali dan bersedia hidup bersama lagi.

Selasa, 06 Januari 2015

Mataraisa



Karya   Abidah El Khalieqy
Oleh     Qismatun Nihayah

Seorang sastrawati yang cerdas juga sosok perempuan yang berani merespon segala bentuk ketidakadilan yang dialami para kaum hawa. Namanya Raisa Fairuza, ia cantik, kulitnya putih,dan matanya berbinar. Tidak hanya lelaki yang mengaguminya, bahkan kaum hawa pun banyak yang mengaguminya. Ia adalah seorang novelis yang memperjuangkan nasib perempuan. Dalam novelnya ia banyak menyuarakan kebebasan perempuan untuk berkarya. Raisa ialah seorang novelis yang sukses, ia juga santriwati cerdas lulusan dari pesantren. Ia sering kali mendapat kehormatan untuk berceramah di depan banyak khalayak, entah dalam acara bedah novel, seminar atau lainnya.
            Dalam perjalanan karriernya, Raisa ditemui banyak rintangan. Apalagi ia menyuarakan keadilan bagi kaum hawa yang selama ini terbelengu. Salah satu rintangan terbesarnya adalah saat ia diundang talkshow bedah novel di sebuah Universitas yang seluruh penontonnya adalah santri dari sebuah pesantren. Dalam Talkshow tersebut sang kiai dari para santri tersebut juga hadir. Raisa tidak menyangka bahwa sang kiai begitu murka terhadapnya.
“Anak-anakku semuanya. Jangan percaya dengan satu huruf pun dari buku terkutuk ini. Dari A sampai Z, isinya hanya rantaian kufur demi kufur! Siapapun yang membacanya, saya kuatir akan jadi kafir seperti butu kafir ini!” seru pak kiai.
“Dia si pengarang yang katanya masyhur ini, mungkin lupa tak kenal Tuhannya. Melalui jari-jari lentiknya itu, ia mamalu Tuhan dan mengarit Rasulullah sallalllahu ‘alaihi wa alihi wa sallam” lanjutnya dengan menunjuk kea rah Raisa.
Namun dengan penjelasan Raisa, semua masalah dapat terselesaikan, bahkan ada seorang santri yang meminta maaf kepada Raisa.
“Mbak Raisa yang cantik dan wangi. Terimakasih atas kedatanganya ke kampus kami. Benar-benar suatu kehormatan. Kami harap, jangan lupakan kami maafkan kekasaran pak kiai,” salah seorang mahasiswi, agaknya ketua dema, mungkasi pertemuan siang yang membara.
        Sikap ramah dan santun Raisa terhadap semua orang menjadikan Raisa disegani oleh semua orang, khususnya kaum muda. Bahkan banyak kaum muda yang datang ke rumah Raisa hanya sekadar mencurahkan isi hati mereka dan meminta solusi atas masalah yang mereka hadapi. Raisa begitu bijak menyikapinya. Penggemarnya tak terbendung hingga hampir setiap hari rumah Raisa didatangi oleh penggemarnya. Raisa juga tak segan-segan memberi bantuaan kepada para penggemar yang datang dengan masalah dan meminta bantuan kepadanya. Seringkali Raisa memberi uang kepada mereka yang menurut Raisa memang membutuhkan. Dengan kebaikan  Raisa tersebut banyak juga yang menyalah gunakan dengan pura-pura datang ke rumah Raisa dengan iba dan meminta sejumlah uang dengan jumlah besar. Untung Raisa mempunyai manager yang selalu menjaganya, sehingga Raisa terhindar dari tipuan para penggemarnya yang hendak memerasnya.
Raisa mempunyai manager pribadi seorang laki-laki cerdas dari Aceh, namanya Fozan Ibadi. Usianya tak terpaut jauh dengan Raisa. Ia mempunyai rambut gondrong, hidung mancung, dan berkulit putih. Raisa dan Fozan Ibadi begitu akrab. Sangking akrabnya, Raisa sangat kesepian jika ditinggal managernya itu. Raisa tidak menyadari bahwa telah tumbuh benih-benih cinta di antara ia dan managernya itu. Namun setiap Fozan Ibadi menyidik Raisa dengan pertanyaan-pertanyaan serius bahwa ia telah mencintai Raisa, Raisa selalu mengelak. Ia tidak mengakui bahwa ia juga merasakan hal sama.
Sampai suatu ketika saat ia didekati  oleh ustadznya dahulu semasa ia di pesantren, ia merasa risih. Raisa takut jika ia jadi dilamar oleh ustadznya tersebut. Hingga ia meminta bantuan kepada Fozan Ibadi agar ustadznya menjauhinya. Namun saat Fozan Ibadi kembali menanyakan perasaan Raisa terhadapnya, Raisa masih menyangkal bahwa telah mencintai managernya itu. Akhirnya Fozan Ibadi berkomplot dengan ayah Raisa untuk menjebak Raisa agar mengakui bahwa ia telah mencintai mangernya itu. Ayah Raisa membohongi Raisa bahwa Fozan Ibadi akan segera melamar Amira, sepupu Raisa. Raisa kaget. Dengan segera ia menanyakan hal tersebut kepada Fozan Ibadi langsung.
“Matikan handphonemu dan Abang telpon, oke?”
“Tak apa, bang. Penting ni! Sejak kapan Abang kenal Amira?”
“Amira? Siapa dia? Ada apa, Raisa?”
“Sepupuku. Ayah bilang, Abang mau melamar si Amira. Benarkah?”
“ehm…. Ayah bilang begitu?”, Fozan Ibadi menegakkan punggung pindah ke kursi dengan antusias, “Memang wajah Amira mirip Raisa ya?”, lanjutnya.
“Memang kenapa kalau mirip? Kukasih tau ni Bang. Meski wajahnya mirip denganku, dia tak bisa bikin puisi!”
“Loh, kok sewot gitu! Cemburu ya?”
Sorilah yaw! Gak level”
“Haha! Tak semua orang harus pandai bikin puisi, sayang? Untuk pendamping hidup, ada faktor lain yang lebih penting.”
“Ya, tapi Amira bukanlah pendamping hidup yang cocok bagi Abang! Amira tak sekufu’ dengan Abang! Pokoknya tak boleh!”
“Mengapa begitu, Raisa? Amira baik. Dia juga mirip denganmu. Pendidikannya cukup. Dari keluarga baik-baik. Nah! Apalagi?”
“Idih! Amira itu norak Bang! Lagi pun, Abang tak boleh menikah dengan perempuan mana pun selain aku!”
Raisa terperangkap jebakan Fozan Ibadi. Akhirnya ia mengakui bahwa ia mencintai Fozan Ibadi, bahkan ingin menikah dengannya. Akhirnya Raisa Fairuza dan Fozan Ibadi menikah.
Pada intinya, novel ini ingin menyentuh nurani agar lebih hidup. Nurani para hawa agar berpikiran aktif, reaktif dan kritis, nurani para adam agar semakin menyadari posisi pasangan mereka. Kedua hadir untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing.